Akhir-akhir ini aku merasa rindu sekali dengan keluarga nya..
Aku rindu sekali dengan suara ibunya di ujung telepon.. rindu suara seorang ibu dengan aksen jawa halusnya.. dan suara lembutnya..
Hari ini aku mendapat message dari kakak iparnya di ym, yang tetap mencoba memberikan ku pandangan. Mas Singgih namanya.
Ya, aku berterima kasih sekali, mungkin memang itu adalah bentuk perhatiannya.
Aku balas ym nya dengan mengatakan bahwa aku kangen keluarga di hotel nugraha..
Sewaktu aku pergi ke tempat yang melewati jalan yang sama dengan hotelnya, mobil yang aku tumpangi persis melewati kakak iparnya yang sedang menggendong kinaz, keponakannya, di halaman depan hotel. Ingin sekali rasanya aku meminta temanku untuk menghentikan mobilnya sekedar untuk turun dan menyapa nya, tapi hati ini tidak sanggup untuk berkata "tolong berhenti sebentar". Dan dari dalam mobil, aku hanya bisa menoleh ke belakang, melihat mereka berdua dari kejauhan..
Ibu, mas Anton, mba Leli, mas Singgih, damai kangen kalian..
Bayu, abin, kinaz dan yaya.. tante damai juga kangen sekali sama kalian..
Tuesday, September 27, 2011
Sunday, September 18, 2011
Tetap Berbuat Baik..
Hari ini aku sudah membeli semua kadonya. Kado pertama aku beli kemarin ditemani mba Puji. Kado kedua aku beli hari ini, sendiri, dengan suatu alasan. Padahal, tepat kemarin aku mengirim dia pesan lewat sms yang isinya ingin sekali hari itu aku menamparnya. Entah kenapa kemarin rasa sakit hati itu menyeruak kembali, begitu hebatnya. Sakit karena merasa diperlakukan semena-mena, sakit karena merasa diperlakukan seperti benda mati yang tidak mempunyai hak untuk bersuara. Dan sakit saat teringat cerita dia tentang teman nya.. :'( . Pada saat itu, muncul perasaan malas untuk pergi membeli kado, muncul perasaan "sudahlah, tidak usah jadi aja".
Tapi entahlah, mungkin karena masih ada rasa sayang untuknya, dan Allah mengajarkan untuk tetap berbuat baik kepada siapapun termasuk kepada orang yang telah menyakiti hati kita. Meskipun di hari ulang tahun ku kemarin, dia tidak mengucapkan nya sama sekali, baru mengucapkannya seminggu lebih setelahnya, itupun setelah aku mengirim album dan video untuknya. Tapi ya sudahlah, tak apa.. Mencoba untuk tetap sabar dan tetap berbuat baik.
Kemarin, ketika mba Sara tau aku sedang jalan untuk mencari kado untuk nya, kutipan bagian akhir kata-kata yang dikirimnya lewat sms (aku masih menyimpan sms nya) "..Aku salut cinta kamu ke dika, rugi banget dika ninggalin kamu mai*pelukkkk* ". Mataku jadi berkaca-kaca.. Terasa sedih saat membaca kata-katanya..
Ya ya, mba Sara memang tau sekali bagaimana perjuangan n pengorbanan yang aku lakukan untuknya. Yang mba Sara sebenarnya mungkin merasa aku tidak pantas melakukan semua pengorbanan untuk dia, untuk dia yang telah membuat sahabatnya sampai sesedih ini.
Seperti ceritaku di posting sebelumnya, mba Sara menginap di kamarku ketika albumnya sudah jadi, waktu itu mba Sara sudah tertidur dan aku diam-diam mulai memetakan barang-barang yang akan aku paketkan ke dalam suatu kotak. Aku sengaja melakukan nya saat mba Sara tertidur, karena kalau mba Sara tahu aku memaketkan yang lain-lain selain albumnya, apalagi sampai tahu aku mengirimi jahe, vitamin, madu untuknya, dia pasti tidak akan suka. Tapi mungkin karena ada bunyi "grasak grusuk", tiba-tiba mba Sara terbangun. Dan kok ya kenapa pas sekali waktu itu yang ada di tanganku adalah jahenya. Kenapa tidak gunting atau mungkin solasi. Waktu itu mba Sara hanya diam melihatku. Mungkin sebenarnya saat itu dia ingin marah, tapi dia tidak melakukannya.
Aku mengirim hadiah ini nothing to lose aja, tidak berharap balasan dan hanya mencoba untuk memberikan dia yang terbaik. Berharap ucapan terima kasih pun sebaiknya tidak, bukan begitu? Ya semoga saja paketnya sampai. Kalau suka ya dipakai, kalau tidak ya tidak usah.. :) Suka alhamdulillah, tidak suka juga tidak apa-apa .. :)
"Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.." :) (Al-Mu'minuun:96)
Tapi entahlah, mungkin karena masih ada rasa sayang untuknya, dan Allah mengajarkan untuk tetap berbuat baik kepada siapapun termasuk kepada orang yang telah menyakiti hati kita. Meskipun di hari ulang tahun ku kemarin, dia tidak mengucapkan nya sama sekali, baru mengucapkannya seminggu lebih setelahnya, itupun setelah aku mengirim album dan video untuknya. Tapi ya sudahlah, tak apa.. Mencoba untuk tetap sabar dan tetap berbuat baik.
Kemarin, ketika mba Sara tau aku sedang jalan untuk mencari kado untuk nya, kutipan bagian akhir kata-kata yang dikirimnya lewat sms (aku masih menyimpan sms nya) "..Aku salut cinta kamu ke dika, rugi banget dika ninggalin kamu mai*pelukkkk* ". Mataku jadi berkaca-kaca.. Terasa sedih saat membaca kata-katanya..
Ya ya, mba Sara memang tau sekali bagaimana perjuangan n pengorbanan yang aku lakukan untuknya. Yang mba Sara sebenarnya mungkin merasa aku tidak pantas melakukan semua pengorbanan untuk dia, untuk dia yang telah membuat sahabatnya sampai sesedih ini.
Seperti ceritaku di posting sebelumnya, mba Sara menginap di kamarku ketika albumnya sudah jadi, waktu itu mba Sara sudah tertidur dan aku diam-diam mulai memetakan barang-barang yang akan aku paketkan ke dalam suatu kotak. Aku sengaja melakukan nya saat mba Sara tertidur, karena kalau mba Sara tahu aku memaketkan yang lain-lain selain albumnya, apalagi sampai tahu aku mengirimi jahe, vitamin, madu untuknya, dia pasti tidak akan suka. Tapi mungkin karena ada bunyi "grasak grusuk", tiba-tiba mba Sara terbangun. Dan kok ya kenapa pas sekali waktu itu yang ada di tanganku adalah jahenya. Kenapa tidak gunting atau mungkin solasi. Waktu itu mba Sara hanya diam melihatku. Mungkin sebenarnya saat itu dia ingin marah, tapi dia tidak melakukannya.
Aku mengirim hadiah ini nothing to lose aja, tidak berharap balasan dan hanya mencoba untuk memberikan dia yang terbaik. Berharap ucapan terima kasih pun sebaiknya tidak, bukan begitu? Ya semoga saja paketnya sampai. Kalau suka ya dipakai, kalau tidak ya tidak usah.. :) Suka alhamdulillah, tidak suka juga tidak apa-apa .. :)
"Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.." :) (Al-Mu'minuun:96)
Thursday, September 15, 2011
selamat ulang tahun..
saat ini.. tepat pukul 00:00, 15 September 2011.. dia berulang tahun
Selamat ulang tahun ya dika..
Semoga dika selalu sehat dan selalu bahagia disana..
Lancar dan berkah rezekinya..
Semoga Allah melembutkan hati dika, menghilangkan keangkuhan dan sifat keras hati dika..
Dan semoga dika selalu sukses dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin..
Sebenarnya aku ingin sekali mengucapkannya langsung lewat telepon.. tapi mungkin sebaiknya tidak.. Yang jelas, jam dua nanti aku akan mendoakan dia yang kusayang, lewat shalatku.
Tapi aku juga sudah mempunyai niat untuk memberi kado (kita harus mencoba untuk tetap berbuat baik bukan??), nanti dikirim lewat pos *semoga Allah memberi kelancaran untuk urusan kado ini,amin*
Imam Ghazali bilang kepada muridnya, "apa yang paling dekat dari diri kita?" jawabnya adalah "KEMATIAN". Aku tidak tahu apa aku masih punya waktu, punya umur atau tidak di 15 September tahun depan, karena itu aku ingin memberi kado terbaik yang aku bisa.. selagi aku masih punya waktu.
Kalau seseorang merasa hari esok adalah hari terakhirnya, dia pasti akan melakukan yang terbaik yang dia bisa, hari ini.
Aku tidak pernah memberikan sesuatu yang setengah-setengah untuknya.., aku selalu berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa. Atau dengan bahasanya, aku tidak pernah memberikan sesuatu yang 'ngasal' untuknya..
sekali lagi,
Selamat Ulang Tahun dede bayiku..
#rindu sekali untuk bisa memanggilnya lagi dengan panggilan 'sayang', dan rindu sekali dipanggil lagi dengan panggilan 'sayang' olehnya#
Selamat ulang tahun ya dika..
Semoga dika selalu sehat dan selalu bahagia disana..
Lancar dan berkah rezekinya..
Semoga Allah melembutkan hati dika, menghilangkan keangkuhan dan sifat keras hati dika..
Dan semoga dika selalu sukses dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin..
Sebenarnya aku ingin sekali mengucapkannya langsung lewat telepon.. tapi mungkin sebaiknya tidak.. Yang jelas, jam dua nanti aku akan mendoakan dia yang kusayang, lewat shalatku.
Tapi aku juga sudah mempunyai niat untuk memberi kado (kita harus mencoba untuk tetap berbuat baik bukan??), nanti dikirim lewat pos *semoga Allah memberi kelancaran untuk urusan kado ini,amin*
Imam Ghazali bilang kepada muridnya, "apa yang paling dekat dari diri kita?" jawabnya adalah "KEMATIAN". Aku tidak tahu apa aku masih punya waktu, punya umur atau tidak di 15 September tahun depan, karena itu aku ingin memberi kado terbaik yang aku bisa.. selagi aku masih punya waktu.
Kalau seseorang merasa hari esok adalah hari terakhirnya, dia pasti akan melakukan yang terbaik yang dia bisa, hari ini.
Aku tidak pernah memberikan sesuatu yang setengah-setengah untuknya.., aku selalu berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa. Atau dengan bahasanya, aku tidak pernah memberikan sesuatu yang 'ngasal' untuknya..
sekali lagi,
Selamat Ulang Tahun dede bayiku..
#rindu sekali untuk bisa memanggilnya lagi dengan panggilan 'sayang', dan rindu sekali dipanggil lagi dengan panggilan 'sayang' olehnya#
Sunday, August 21, 2011
Keberagaman
Pengajian sehabis tarawih tadi malam bagus. Sesuai dengan judul yang kutulis dan sesuai dengan peristiwa tadi malam. Sebenarnya bukan peristiwa yang baru sekali, hanya mungkin sekedar mengingatkan kembali betapa saling menghargai dalam keberagaman itu sangat penting.
Berhubung aku tidak membawa catatan pada saat ceramah, dan aku bukan lah hafidz Quran, dalam suatu ayat Quran, disebutkan kalau kita punya janji, harus dimuliakan. Tak peduli bila itu dengan non Muslim sekalipun. Karena nabi pun mengajarkan demikian. Karena ada sebagian paham yang berpendapat, jika tidak menepati janji kepada non muslim tidak apa-apa. Sebenarnya ini lah inti apa yang mau disampaikan oleh pak Kyai. Jangan menafsirkan Quran secara setengah-setengah dan jangan menafsirkan Quran menurut pemahaman sendiri.
Sepulang dari sana bersama Isti, tak lama berada di kamarku, Isti mengetuk pintu kamar. Ternyata Isti bawa martabak telur yang dia minta titip dibelikan sama Nita. Jadilah kami bertiga makan martabak itu di kamarku. Ternyata martabak yang dibeli nya dua!! Oh my.. perut ku sudah tidak muat lagi..
Sedang ngobrol-ngobrol, mendengar suara motor mba Ulin, kami segera turun ke bawah menuju kamarnya untuk menanyakan kejadian yang baru saja dialaminya di Amplaz.
Jam 12 kurang kami selesai menghabiskan waktu untuk bercerita di kamarnya. Kembali ke atas, hanya aku dan Nita. Baru saja selesai menaiki tangga,
Nita : " mba, tidur di kamarku yah "
Aku : (dengan sedikit rasa kaget bercampur takut) "lah, kenapa?? kamu lagi ketakutan?? kamu bisa 'ngeliat' yah??"
Nita : " enggak mba, gapapa. pengen ditemenin."
Aku : " ya, oke. tapi nanti kalau sahur aku balik ke kamar dulu ya "
Nita : " iya mba gapapa "
Biasalah, wanita. Kalau sudah tidur satu kamar, tidak mungkin langsung tidur. Pasti cerita-cerita [LAGI] ^^v.
Kami baru tidur sekitar jam satu. Karena itu ketika bangun sahur jam 3, mata masih terasa berat dan badan agak sedikit lemas. Aku izin ke Nita untuk kembali ke kamar ku, shalat malam, sahur dan shalat subuh. Ternyata ada bunyi sms. "mba, masih lama ga..?"
Kembali ke kamarnya, ternyata dia tidak tertidur lagi. Ketika aku tanya kenapa, dia bilang ga bisa, pengen ditemenin. "shalatnya disini aja mba", dia berujar.
"Tapi nanti shalatnya masih setengah lima. Gapapa nanti jadi ganggu sampai jam setengah lima?" "Jam berapa sih memang nya ini?(ternyata belum tepat jam empat pagi). Gapapa mba."
Jadilah Nita menemaniku sahur dan menunggu subuh.
Nita : " udah imsak tuh mba. udah ga boleh makan lagi ya berarti? "
Aku : " itu untuk yang Denpasar. Sebenarnya sih masih boleh, batas nya itu subuh. Sebagai pengingat aja supaya kita ga kelewatan makannya, tiba-tiba udah subuh."
Nita cerita di hari pertama puasa, dia menemani Poppy, yang tinggal di sebelah kamarku, untuk jalan kaki mencari makan sahur, dingin-dingin pula. Bahkan dia ikut makan sahur, meski ternyata perutnya jadi sakit karena tidak terbiasa.
Ya, Nita memang non muslim. Katholik tepatnya. Tapi kami merasa, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Dan memang seharusnya tidak ada. Saling menghargai dan menghormati, ya, itulah yang memang seharusnya dilakukan. Tidak terus beranggapan karena dia tidak sepaham dengan kita, harus kita musuhi, kita benci atau kita perlakukan tidak adil.
Sama seperti persahabatan ku dengan mba Fera. Yang satu warga keturunan. Yang satu juga warga keturunan sih ( keturunan sunda maksudnya ^^). Dan dia pula non muslim. Ada beberapa warga keturunan yang masih beranggapan tidak sepantasnya kalau mereka bergaul dengan warga pribumi. Tapi dia bukanlah tipe yang seperti itu. Allah tidak menilai berdasarkan ras. Dan kami saling menghormati walau agama kami berbeda, walau ras kami berbeda.
Tetangga depan rumah ku pun mereka keluarga Katholik. Tapi kami sama sekali tidak pernah bertengkar. Yang satu ustad, yang satu anaknya jadi pastur. Tapi kami saling menghargai satu sama lain n saling menghormati satu sama lain. Setiap hari raya, saling berkunjung. Frame gambar Ka'bah yang sekarang masih terpajang di ruang tamuku adalah pemberian mereka ketika kami merayakan Idul Fitri. Setiap lebaran , kami selalu mengantarkan makanan khas lebaran, n biasanya mereka dengan senang hati menerima kiriman kami "waa..ketupat yaaa.."
Karena itu, miris sekali melihat komentar-komentar dari suatu berita di internet ketika satu sama lain saling menghujat agama, saling menghina tentang SARA, saling menghina Tuhan yang bukan Tuhannya, saling menghina nabi yang bukan nabinya.
Bagaimana negara ini mau maju kalau hal-hal seperti itu saja masih dipermasalahkan.
Bagaimana negara ini mau maju kalau rakyatnya sendiri saling menyerang satu sama lain, tidak ada rasa menghormati dan menghargai.
Masih banyak hal penting yang pantas dan seharusnya dipikirkan...
Berhubung aku tidak membawa catatan pada saat ceramah, dan aku bukan lah hafidz Quran, dalam suatu ayat Quran, disebutkan kalau kita punya janji, harus dimuliakan. Tak peduli bila itu dengan non Muslim sekalipun. Karena nabi pun mengajarkan demikian. Karena ada sebagian paham yang berpendapat, jika tidak menepati janji kepada non muslim tidak apa-apa. Sebenarnya ini lah inti apa yang mau disampaikan oleh pak Kyai. Jangan menafsirkan Quran secara setengah-setengah dan jangan menafsirkan Quran menurut pemahaman sendiri.
Sepulang dari sana bersama Isti, tak lama berada di kamarku, Isti mengetuk pintu kamar. Ternyata Isti bawa martabak telur yang dia minta titip dibelikan sama Nita. Jadilah kami bertiga makan martabak itu di kamarku. Ternyata martabak yang dibeli nya dua!! Oh my.. perut ku sudah tidak muat lagi..
Sedang ngobrol-ngobrol, mendengar suara motor mba Ulin, kami segera turun ke bawah menuju kamarnya untuk menanyakan kejadian yang baru saja dialaminya di Amplaz.
Jam 12 kurang kami selesai menghabiskan waktu untuk bercerita di kamarnya. Kembali ke atas, hanya aku dan Nita. Baru saja selesai menaiki tangga,
Nita : " mba, tidur di kamarku yah "
Aku : (dengan sedikit rasa kaget bercampur takut) "lah, kenapa?? kamu lagi ketakutan?? kamu bisa 'ngeliat' yah??"
Nita : " enggak mba, gapapa. pengen ditemenin."
Aku : " ya, oke. tapi nanti kalau sahur aku balik ke kamar dulu ya "
Nita : " iya mba gapapa "
Biasalah, wanita. Kalau sudah tidur satu kamar, tidak mungkin langsung tidur. Pasti cerita-cerita [LAGI] ^^v.
Kami baru tidur sekitar jam satu. Karena itu ketika bangun sahur jam 3, mata masih terasa berat dan badan agak sedikit lemas. Aku izin ke Nita untuk kembali ke kamar ku, shalat malam, sahur dan shalat subuh. Ternyata ada bunyi sms. "mba, masih lama ga..?"
Kembali ke kamarnya, ternyata dia tidak tertidur lagi. Ketika aku tanya kenapa, dia bilang ga bisa, pengen ditemenin. "shalatnya disini aja mba", dia berujar.
"Tapi nanti shalatnya masih setengah lima. Gapapa nanti jadi ganggu sampai jam setengah lima?" "Jam berapa sih memang nya ini?(ternyata belum tepat jam empat pagi). Gapapa mba."
Jadilah Nita menemaniku sahur dan menunggu subuh.
Nita : " udah imsak tuh mba. udah ga boleh makan lagi ya berarti? "
Aku : " itu untuk yang Denpasar. Sebenarnya sih masih boleh, batas nya itu subuh. Sebagai pengingat aja supaya kita ga kelewatan makannya, tiba-tiba udah subuh."
Nita cerita di hari pertama puasa, dia menemani Poppy, yang tinggal di sebelah kamarku, untuk jalan kaki mencari makan sahur, dingin-dingin pula. Bahkan dia ikut makan sahur, meski ternyata perutnya jadi sakit karena tidak terbiasa.
Ya, Nita memang non muslim. Katholik tepatnya. Tapi kami merasa, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Dan memang seharusnya tidak ada. Saling menghargai dan menghormati, ya, itulah yang memang seharusnya dilakukan. Tidak terus beranggapan karena dia tidak sepaham dengan kita, harus kita musuhi, kita benci atau kita perlakukan tidak adil.
Sama seperti persahabatan ku dengan mba Fera. Yang satu warga keturunan. Yang satu juga warga keturunan sih ( keturunan sunda maksudnya ^^). Dan dia pula non muslim. Ada beberapa warga keturunan yang masih beranggapan tidak sepantasnya kalau mereka bergaul dengan warga pribumi. Tapi dia bukanlah tipe yang seperti itu. Allah tidak menilai berdasarkan ras. Dan kami saling menghormati walau agama kami berbeda, walau ras kami berbeda.
Tetangga depan rumah ku pun mereka keluarga Katholik. Tapi kami sama sekali tidak pernah bertengkar. Yang satu ustad, yang satu anaknya jadi pastur. Tapi kami saling menghargai satu sama lain n saling menghormati satu sama lain. Setiap hari raya, saling berkunjung. Frame gambar Ka'bah yang sekarang masih terpajang di ruang tamuku adalah pemberian mereka ketika kami merayakan Idul Fitri. Setiap lebaran , kami selalu mengantarkan makanan khas lebaran, n biasanya mereka dengan senang hati menerima kiriman kami "waa..ketupat yaaa.."
Karena itu, miris sekali melihat komentar-komentar dari suatu berita di internet ketika satu sama lain saling menghujat agama, saling menghina tentang SARA, saling menghina Tuhan yang bukan Tuhannya, saling menghina nabi yang bukan nabinya.
Bagaimana negara ini mau maju kalau hal-hal seperti itu saja masih dipermasalahkan.
Bagaimana negara ini mau maju kalau rakyatnya sendiri saling menyerang satu sama lain, tidak ada rasa menghormati dan menghargai.
Masih banyak hal penting yang pantas dan seharusnya dipikirkan...
Allah ga butuh shalatku. Aku lah yang butuh shalatku.
Sebenarnya ini cerita hari kemarin, tapi aku baru sempat menulisnya sekarang.
di kantor,
tommy : "mba damai, coba kesini dulu. gimana kalau jadwalnya kaya gini?"
menuju komputer tomi..
aku : (dengan terburu-buru dan jawab sekenanya) "emm..kayanya ga boleh deh tom kalau yang kaya gini sama si bos. bahasnya besok lagi aja ya, masih ketemu kan kita."
Yup yup yup. Aku memang sedang terburu-buru pulang. Ingin mengejar ashar di masjid. Dzuhur tadi tidak ke masjid SGM, karena aku tidak tahu masjid SGM dibuka atau tidak untuk hari sabtu.
Waa..cahaya mataharinya terang sekali. Tidak terasa panas, hanya terlihat silau sekali. Aku sampai harus memicingkan mata sesekali sepanjang perjalanan.
Sampai disana, bergegas mengambil air wudhu. Berhubung tidak bawa mukena, aku pakai mukena masjid. Hari ini entah kenapa aku merasa rindu sekali dengan nya. Kalau sudah merasa seperti itu, yang aku bisa lakukan hanya ambil air wudhu dan langsung shalat saat itu juga, curhat tentang perasaan ku sama Allah, dan aku hanya bisa bilang, "Allah, hamba rindu.."
Tadi malam memang kami smsan. Tapi itu tidak mengurangi rasa rinduku.
Aku rindu untuk mendengar suaranya, rindu sekali.. Sudah lama aku tidak mendengar suaranya.. sementara mengutarakan langsung ke dia atau pun mencoba untuk meneleponnya sekedar untuk mendengar suaranya pun rasanya aku tidak berani..
Seperti yang sudah kuduga, dalam shalat aku menangis kembali, menahan perasaan ini.. dan alhasil, mukena masjid nya jadi agak basah terkena tangisan ku. O ya, setiap shalat disini, aku hampir selalu bertemu nenek yang ada di sebelahku ini. Wajahnya mengingatkanku dengan nenekku. Mirip sekali.. Setiap bertemu dengan nya di masjid ini, aku jadi kangen sama nenek ku.
Jadi ya begini lah yang biasa kulakukan kalau aku rindu padanya..hanya dipendam dalam hati dan hanya berani untuk mengutarakan kepada DIA..
Mereka benar ketika mereka berkata shalat adalah media komunikasi kita dengan sang pencipta.
Mereka benar ketika mereka berkata shalat adalah penolong kita.
aku masih ingat status yang kutulis di facebook pada 16 Agustus 2011,
" Allah ga butuh shalatku. Aku lah yang butuh shalatku. "
di kantor,
tommy : "mba damai, coba kesini dulu. gimana kalau jadwalnya kaya gini?"
menuju komputer tomi..
aku : (dengan terburu-buru dan jawab sekenanya) "emm..kayanya ga boleh deh tom kalau yang kaya gini sama si bos. bahasnya besok lagi aja ya, masih ketemu kan kita."
Yup yup yup. Aku memang sedang terburu-buru pulang. Ingin mengejar ashar di masjid. Dzuhur tadi tidak ke masjid SGM, karena aku tidak tahu masjid SGM dibuka atau tidak untuk hari sabtu.
Waa..cahaya mataharinya terang sekali. Tidak terasa panas, hanya terlihat silau sekali. Aku sampai harus memicingkan mata sesekali sepanjang perjalanan.
Sampai disana, bergegas mengambil air wudhu. Berhubung tidak bawa mukena, aku pakai mukena masjid. Hari ini entah kenapa aku merasa rindu sekali dengan nya. Kalau sudah merasa seperti itu, yang aku bisa lakukan hanya ambil air wudhu dan langsung shalat saat itu juga, curhat tentang perasaan ku sama Allah, dan aku hanya bisa bilang, "Allah, hamba rindu.."
Tadi malam memang kami smsan. Tapi itu tidak mengurangi rasa rinduku.
Aku rindu untuk mendengar suaranya, rindu sekali.. Sudah lama aku tidak mendengar suaranya.. sementara mengutarakan langsung ke dia atau pun mencoba untuk meneleponnya sekedar untuk mendengar suaranya pun rasanya aku tidak berani..
Seperti yang sudah kuduga, dalam shalat aku menangis kembali, menahan perasaan ini.. dan alhasil, mukena masjid nya jadi agak basah terkena tangisan ku. O ya, setiap shalat disini, aku hampir selalu bertemu nenek yang ada di sebelahku ini. Wajahnya mengingatkanku dengan nenekku. Mirip sekali.. Setiap bertemu dengan nya di masjid ini, aku jadi kangen sama nenek ku.
Jadi ya begini lah yang biasa kulakukan kalau aku rindu padanya..hanya dipendam dalam hati dan hanya berani untuk mengutarakan kepada DIA..
Mereka benar ketika mereka berkata shalat adalah media komunikasi kita dengan sang pencipta.
Mereka benar ketika mereka berkata shalat adalah penolong kita.
aku masih ingat status yang kutulis di facebook pada 16 Agustus 2011,
" Allah ga butuh shalatku. Aku lah yang butuh shalatku. "
Thursday, August 4, 2011
Maha Melihat
seiring waktu berlalu
tangis tawa di nafasku
hitam putih di hidupku
jalani takdirku
tiada satu tersembunyi
tiada satu yang terlupa
segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya
yang didamba kan hilang
hidup kan terus berjalan
meski penuh dengan tangisan
andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa ku kembali
hapus semua pedih
andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata
tangis tawa di nafasku
hitam putih di hidupku
jalani takdirku
tiada satu tersembunyi
tiada satu yang terlupa
segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat
Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang
Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bergantung
yang didamba kan hilang
hidup kan terus berjalan
meski penuh dengan tangisan
andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa ku kembali
hapus semua pedih
andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata
Wednesday, August 3, 2011
Tapi Aku Bisa Apa...
Ketika tadi malam iseng ingin membuka email ku yang lama lewat handphone, tidak tahu kenapa selalu "invalid user and password". Padahal waktu coba login ke email baru, selalu berhasil. "Waduh gawat", pikirku dalam hati. Jangan-jangan ada yang nge hack nih, (ge-eeeeeer.... ^^v kekekeke). Jadi tadi malam niat kalau ke kantor coba langsung login ke email lama lewat komputer.
Berhasil!! Tidak tau kenapa mata langsung tertuju ke email itu. Padahal letak nya di bawah setelah ada email-email babeh tentang agama dan ucapan belasungkawa entah siapa (dan email lowongan kerja pastinya, hehe.)
"Hal terindah dalam hidupku, terima kasih :)" Itulah yang menjadi subjectnya. Setelah melihat ke sebelah kiri (arah 'from' ), ternyata pengirim nya adalah dia..
Sedih. Cuma itu yang bisa aku ungkapkan. Pagi-pagi aku sudah menangis di kantor (padahal menangis di kantor adalah salah satu hal yang sangat aku hindari sekali). Astagfirullah.. sungguh aku sedang berpuasa, tapi hati ini benar-benar tidak kuat ya Rabb.., aku minta maaf..
Ternyata paketnya sudah sampai.. Alhamdulillah dia senang dengan albumnya.. dengan video nya..
Album itu memang aku buat dengan perjuangan, perjuangan fisik dan perjuangan hati.. Cari album, bolak balik diantar teman..dari seturan, balik ke gejayan.. Buat album nya juga bolak balik antara kost ku- kost mba Puji.. kost ku-kost mba Nuri.. naik sepeda dan jalan kaki, bawa album dan bawa laptop, berat pun tak apa.. Aku memang tidak kuat untuk membuat sendiri di kamar.. Karena pasti yang ada nantinya malah nangis dan tidak selesai-selesai.. Tidak pula membuatnya di kamar Isti, kamar mba Ulin ataupun kamar Endang, karena membuat album nya butuh space besar.. karena akan berserakan foto-foto, gunting, double tip, pulpen, spidol.. dan kamar mba Puji n mba Nuri cukuplah pikirku..
Foto-fotonya aku buat bolak-balik ke "Sampurna" nama tempat cetak foto digitalnya, sehabis jam pulang kantor. Mbak nya sampai hapal denganku dan hapal dengan tipe kertas yang biasa kupilih..
Pulpen nya yang aku pikir akan banyak bertebaran di gramedia, ternyata baru ada di gramedia Amplaz, setelah aku cari nihil di gramedia Malioboro, gramedia Cik Ditiro, dan Toga Mas Galeria Mall. Itu pun ternyata hanya tinggal dua pulpen. Mau kubeli dua-duanya, ternyata yang berfungsi baik pun itu hanya satu. Terima kasih ya Allah.
Kost ku serta kamarku mengingatkan ku sekali dengan nya.. karena itu hampir tiap malam selama pembuatan album itu, aku tidak pernah tidur di kamarku.. Isti pun sampai coba terus menguatkan diri ini.. *thank you Isti*
Aku juga tidak bisa membayangkan kalau aku bisa membuat video itu.. Otodidak mempelajarinya, sangat singkat dan cepat karena aku tau aku dibatasi waktu. Pun aku membuatnya di kantor, karena kalau suasana ramai, aku pikir tidak akan terlalu sedih. Tapi tetap saja, membuat videonya membuat ku menangis. Dan sebisa mungkin air mata ini aku sembunyikan agar tidak ada yang tahu..
Perjuangan hati nya lah yang sebenarnya sangat sulit.. membutuhkan keberanian dan kekuatan untuk mengingat kembali semua kenangan indah bersamanya yang entah akan terjadi lagi atau tidak dalam hidup ini.. Ada rasa sakit yang timbul ketika melukiskan semua kenangan indah kedalam album dan video itu..
Astagfirullah.. Astagfirullah.. aku hanya minta diberi kekuatan untuk menyelesaikan ini..
Ketika album ini telah selesai, mba Sara memang sedang menginap di kamar ku. Mba Sara meminta izin untuk melihatnya.. n aku pun mengiyakan, karena mba Sara tahu benar apa yang aku rasakan untuknya.. tau bagaimana perjuanganku untuknya..
Aku tidak tertidur lelap ketika mba Sara membaca albumnya.. karena samar-samar masih bisa kulihat mba Sara dari belakang sedang menundukkan kepalanya sedikit untuk membaca album.. Ketika aku melihat mba Sara menutup album, tanda dia sudah selesai membaca, entah kenapa aku langsung terbangun dan duduk.
Mba Sara terlihat sedih dan langsung memeluk ku.. ketika mba Sara memelukku dan mencoba untuk tetap menguatkanku..suaranya terdengar bergetar..ya..dia menangis.. saat aku mendengar suaranya yang mencoba menguatkan ku dengan suaranya yang sedih.. barulah air mata ini turun tak henti-henti.. dan menatap kosong apa yang ada di depan ku.. mba Sara bilang dia salut kepadaku karena sanggup dan kuat untuk menuliskan semuanya.. yang entah kalau mba Sara yang melakukan itu dia akan sanggup atau tidak..
Setelah membaca emailnya, di hati ini pertanyaan-pertanyaan dan rasa menggugat itu tetap ada.. begitupun rasa diperlakukan tidak adil.. tapi kembali lagi.. " Tapi Aku Bisa Apa.. " sungguh hamba hanya manusia lemah yang tak mampu dan tak akan pernah mampu untuk melawan ketentuanMu..
Ketika tiba dzuhur di masjid pun, dalam shalat dan dalam doa aku hanya bisa menangis.. mengingat email nya.. dan menangis.. minta dikuatkan oleh Allah atas semua ini..
Mengutip iklan yang aku lihat tadi malam.. "dibutuhkan pengorbanan untuk sebuah keikhlasan.."
Berhasil!! Tidak tau kenapa mata langsung tertuju ke email itu. Padahal letak nya di bawah setelah ada email-email babeh tentang agama dan ucapan belasungkawa entah siapa (dan email lowongan kerja pastinya, hehe.)
"Hal terindah dalam hidupku, terima kasih :)" Itulah yang menjadi subjectnya. Setelah melihat ke sebelah kiri (arah 'from' ), ternyata pengirim nya adalah dia..
Sedih. Cuma itu yang bisa aku ungkapkan. Pagi-pagi aku sudah menangis di kantor (padahal menangis di kantor adalah salah satu hal yang sangat aku hindari sekali). Astagfirullah.. sungguh aku sedang berpuasa, tapi hati ini benar-benar tidak kuat ya Rabb.., aku minta maaf..
Ternyata paketnya sudah sampai.. Alhamdulillah dia senang dengan albumnya.. dengan video nya..
Album itu memang aku buat dengan perjuangan, perjuangan fisik dan perjuangan hati.. Cari album, bolak balik diantar teman..dari seturan, balik ke gejayan.. Buat album nya juga bolak balik antara kost ku- kost mba Puji.. kost ku-kost mba Nuri.. naik sepeda dan jalan kaki, bawa album dan bawa laptop, berat pun tak apa.. Aku memang tidak kuat untuk membuat sendiri di kamar.. Karena pasti yang ada nantinya malah nangis dan tidak selesai-selesai.. Tidak pula membuatnya di kamar Isti, kamar mba Ulin ataupun kamar Endang, karena membuat album nya butuh space besar.. karena akan berserakan foto-foto, gunting, double tip, pulpen, spidol.. dan kamar mba Puji n mba Nuri cukuplah pikirku..
Foto-fotonya aku buat bolak-balik ke "Sampurna" nama tempat cetak foto digitalnya, sehabis jam pulang kantor. Mbak nya sampai hapal denganku dan hapal dengan tipe kertas yang biasa kupilih..
Pulpen nya yang aku pikir akan banyak bertebaran di gramedia, ternyata baru ada di gramedia Amplaz, setelah aku cari nihil di gramedia Malioboro, gramedia Cik Ditiro, dan Toga Mas Galeria Mall. Itu pun ternyata hanya tinggal dua pulpen. Mau kubeli dua-duanya, ternyata yang berfungsi baik pun itu hanya satu. Terima kasih ya Allah.
Kost ku serta kamarku mengingatkan ku sekali dengan nya.. karena itu hampir tiap malam selama pembuatan album itu, aku tidak pernah tidur di kamarku.. Isti pun sampai coba terus menguatkan diri ini.. *thank you Isti*
Aku juga tidak bisa membayangkan kalau aku bisa membuat video itu.. Otodidak mempelajarinya, sangat singkat dan cepat karena aku tau aku dibatasi waktu. Pun aku membuatnya di kantor, karena kalau suasana ramai, aku pikir tidak akan terlalu sedih. Tapi tetap saja, membuat videonya membuat ku menangis. Dan sebisa mungkin air mata ini aku sembunyikan agar tidak ada yang tahu..
Perjuangan hati nya lah yang sebenarnya sangat sulit.. membutuhkan keberanian dan kekuatan untuk mengingat kembali semua kenangan indah bersamanya yang entah akan terjadi lagi atau tidak dalam hidup ini.. Ada rasa sakit yang timbul ketika melukiskan semua kenangan indah kedalam album dan video itu..
Astagfirullah.. Astagfirullah.. aku hanya minta diberi kekuatan untuk menyelesaikan ini..
Ketika album ini telah selesai, mba Sara memang sedang menginap di kamar ku. Mba Sara meminta izin untuk melihatnya.. n aku pun mengiyakan, karena mba Sara tahu benar apa yang aku rasakan untuknya.. tau bagaimana perjuanganku untuknya..
Aku tidak tertidur lelap ketika mba Sara membaca albumnya.. karena samar-samar masih bisa kulihat mba Sara dari belakang sedang menundukkan kepalanya sedikit untuk membaca album.. Ketika aku melihat mba Sara menutup album, tanda dia sudah selesai membaca, entah kenapa aku langsung terbangun dan duduk.
Mba Sara terlihat sedih dan langsung memeluk ku.. ketika mba Sara memelukku dan mencoba untuk tetap menguatkanku..suaranya terdengar bergetar..ya..dia menangis.. saat aku mendengar suaranya yang mencoba menguatkan ku dengan suaranya yang sedih.. barulah air mata ini turun tak henti-henti.. dan menatap kosong apa yang ada di depan ku.. mba Sara bilang dia salut kepadaku karena sanggup dan kuat untuk menuliskan semuanya.. yang entah kalau mba Sara yang melakukan itu dia akan sanggup atau tidak..
Setelah membaca emailnya, di hati ini pertanyaan-pertanyaan dan rasa menggugat itu tetap ada.. begitupun rasa diperlakukan tidak adil.. tapi kembali lagi.. " Tapi Aku Bisa Apa.. " sungguh hamba hanya manusia lemah yang tak mampu dan tak akan pernah mampu untuk melawan ketentuanMu..
Ketika tiba dzuhur di masjid pun, dalam shalat dan dalam doa aku hanya bisa menangis.. mengingat email nya.. dan menangis.. minta dikuatkan oleh Allah atas semua ini..
Mengutip iklan yang aku lihat tadi malam.. "dibutuhkan pengorbanan untuk sebuah keikhlasan.."
Subscribe to:
Posts (Atom)